Hukum Melaskanakan Shalat Berjama’ah

 

berjamaah-3
source: google image

 

Shalat adalah Rukun Islam kedua yang wajib dilaksanakan oleh seorang muslim, sebagai tiang agama, dan sebagai pembeda dari orang beriman dan orang kafir. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 43 yang berbunyi:

(وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ (البقرة:43

Artinya: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’

Dalam pelaksanaanya, shalat dapat dilaksanakan dengan sendiri atau dengan berjamaah yang dilaksanakan sekurang-kurangnya terdiri dari dua orang sebagai imam dan makmum. Para ulama’ madzhab berbeda pendapat tentang hukum melaksanakan sholat secara berjamaah. Diantaranya ada yang berpendapat bahwa shalat jama’ah dihukumi sebagai fardhu ‘ain, fardhu kifayah, maupun sunnah muakkad.

  1. Fardhu ‘Ain

Ulama’ madzhab hanbali berpendapat bahwa hukum melaksanakan sholat jamaah bagi seorang laki-laki adalah fardhu ‘ain tanpa syarat apapun.

الجماعة واجبة على الرجال، لكل صلاة مكتوبة؛ لما روى أبو هريرة: أن رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قال: «والذي نفسي بيده، لقد هممت أن آمر بحطب فيحتطب، ثم آمر بالصلاة، ثم آمر رجلًا فيؤم الناس، ثم أخالف إلى رجال لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار» متفق عليه. وليست شرطًا للصحة؛ لقول النبي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «تفضل صلاة الجماعة على صلاة الفذ بخمس وعشرين درجة» متفق عليه

[1]

Jama’ah diwajibkan bagi para lelaki pada setiap sholat yang diwajibkan. Sebagaimana riwayat Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Demi jiwaku yang berada didalam genggaman-Nya sesungguhnya aku bermaksud meyuruh orang-orang mengumpulkan kayu bakar, kemudian menyuruh shalat, lalu menyuruh seseorang pula untuk menjadi imam bagi orang banyak, maka aku akan mendatangi orang yang tidak ikut berjamaah lantas aku bakar ruma-rumah mereka” Muttafaqun Alaih. Dan tanpa syarat kecuali kesehatan sebagaimana sabda Rasul: “Dimuliakannya shalat jama’ah atas sholat sendirian dengan dua puluh lima derajat” Muttafaqun Alaih.

صلاة الجماعة واجبة في الصلوات الخمس المكتوبة على الرجال الأحرار القادرين عليها (فلا تجب على الصغير ولا على الرقيق والمرأة والخنثى) حضراً وسفراً حتى في شدة الخوف. والدليل من القرآن قوله تعالى: وإذا كنت فيهم فأقمت لهم الصلاة فلتقم طائفة منهم معك وليأخذوا أسلحتهم

[2]

 

Shalat jamaah diwajibkan dalam sholat lima waktu yang telah ditentukan terhadap para lelaki yang bebas dan mampu melaksanakannya (tidak diwajibkan atas anak kecil dan wanita dan khuntsa[3]) dalam keadaan hadir ataupun perjalanan bahkan dalam keadaan takut sekalipun. Firman Allah SWT yang artinya: “Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka lalu engkau hendak melaksanakan shalat bersama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) bersamamu dan mengambil senjata.”

  1. Fardhu Kifayah

Yang berpendapat bahwa shalat jamaah adalah fardhu kifayah adalah Imam an-Nawawi dalam kitab Raudhatu at-Thalibin disebutkan

فَالْجَمَاعَةُ فَرْضُ عَيْنٍ فِي الْجُمُعَةِ، وَأَمَّا فِي غَيْرِهَا مِنَ الْمَكْتُوبَاتِ، فَفِيهَا أَوْجُهٌ. الْأَصَحُّ: أَنَّهَا فَرْضُ كِفَايَةٍ. وَالثَّانِي: سُنَّةٌ. وَالثَّالِثُ: فَرْضُ عَيْنٍ قَالَهُ مِنْ أَصْحَابِنَا، ابْنُ الْمُنْذِرِ، وَابْنُ خُزَيْمَةَ

[4]

Fardhu ‘ain hukumnya untuk berjamaah dalam sholat jum’at, dan selain sholat tersebut dari sholat-sholat yang diwajibkan, didalamnya ada beberapa pendapat. Yang paling shohih adalah fardhu kifayah. Lalu yang kedua adalah sunnah, dan yang ketiga adalah fardhu ‘ain dikatakan oleh sahabat kami, Ibnu Mundzir dan Ibnu Huzaimah.

فذهب أبو إسحاق، وأبو عباس، وأكثر أصحابنا إلى أنها فرض على الكفاية، وهو المنصوص للشافعي

[5]

Abu Ishaq dan abu Abbas berpendapat dan banyak dari sahabat kami bahwa shalat berjamaah adalah fardhu kifayah, dan ia manshuush menurut syafi’i.

  1. Sunnah Muakkad

Diantara ulama yang berpendapat bahwa shalat jamaah dihukumi sebagai sunnah muakkad adalah Abu Syuja’ dalam kitabnya Al-Ghayah Wat-Taqrib disebutkan

وصلاة الجماعة سنة مؤكدة وعلى المأموم أن ينوي الائتمام دون الإمام

[6]

Dan shalat jamaah adalah sunnah muakkad dan bagi seorang ma’mum untuk berniat sebagai ma’mum tanpa imam (yang berniat sebagai imam)

Ibn Maudud dalam kitabnya Al-Ikhtiyar li Ta’lilil-Mukhtar disebutkan

الجماعة سنة مؤكدة قال – عليه الصلاة والسلام -: «الجماعة من سنن الهدى» ، وقال – عليه الصلاة والسلام -: «لقد هممت أن آمر رجلا يصلي بالناس ثم أنطلق إلى قوم يتخلفون عن الجماعة فأحرق عليهم بيوتهم» ، وهذا أمارة التأكيد، وقد واظب عليها – صلى الله عليه وسلم – فلا يسع تركها إلا لعذر

[7]

Shalat jamaah adalah sunnah muakkad. Rasulullah SAW bersabda: (Shalat) Jamaah bagian dari sunnah-sunnah orang yang dapat petunjuk (nabi) dan beliau bersabda: “Sesungguhnya aku bermaksud memerintahkan orang-orang untuk sholat dan menunjuk seseorang untuk  menjadi imam atas mereka kemudian aku berangkat kepada penduduk yang tidak shalat berjamaah lalu aku bakar rumah mereka” dan ini adalah perkara ta’kid. Dan Rasulullah benar-benar rutin melakukannya dan berusaha tidak meninggalkannya kecuali dengan udzur.

Dari pemaparan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa para ulama ada yang berpendapat bahwa hukum shalat jamaah adalah fardhu ain, fardhu kifayah, maupun sunnah muakkad. Ulama’ hanabilah seperti Ibn Qudamah dan Al-Hajjah berpendapat bahwa sholat jamaah adalah Fardhu Ain, sedangkan Imam Nawawi, Ibn Mundzir dan Ibnu Huzaimah, serta dalam kitab karangan Abu Husain Yahya yang mengatakan bahwa Abu Ishaq dan Abu Abbas berpendapat bahwa shalat jamaah adalah fardhu kifayah. Sedangkan Abu Syuja’ dan Ibn Maudud berpendapat bahwa hukum sholat secara berjamaah adalah sunnah muakkad.

Wallahu a’lam bisshowaab.

[1] Ibnu Qudamah. Al-Kaafi fi fiqhi al-Imam Ahmad. 1/287

[2] Al-Hajjah. Fiqhu al-Ibadaat alaa madzhabi al-Hanbali. 254

[3] Laki-laki yang menyerupai perempuan atau sebaliknya.

[4] An-Nawawi. Raudhatu at-Thalibin. 1/339

[5] Abu Husain Yahya. Al-Bayaan fi Madzhabi Imam Syafi’i. 2/361

[6] Abu Syuja. Al-Ghayah Wat-Taqrib. 11

[7] Ibn Maudud. Al-Ikhtiyar li Ta’lilil-Mukhtar. 1/57

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s